Analisis Tujuan
Melanjutkan pembahasan sebelumnya, tahap-tahap
dalam pengembangan perangkat pembelajaran matematika yang pertama adalah
analisis tujuan. Tahap ini penting dilakukan seorang guru, sebab tanpa tahu
tujuan yang hendak dicapai bagaimana bisa menentukan strategi yang jitu guna
mensukseskan pembelajaran yang ada di dalam kelas. Seperti halnya kendaraan,
ada tujuan yang hendak dicapai. Setelah kita tetapkan dan kita analisis, dapat
kita cari, kita ramu dan kita susun secara sitematis rencana perjalanan
sehingga dapat sampai ke tempat tujuan dengan lebih efektif. Bayangkan saja,
jika seorang guru tidak tahu hendak dibawa kemana siswa-siswa yang
diajarkannya, tentu saja fungsi pendidikan pun tidak berjalan sebagaimana
seharusnya.
Langsung saja kita masuk ke dalam pembahasan.
Prosedur Dasar Analisis Tujuan
Dalam analisis tujuan terdapat
prosedur-prosedur dasar sebagai berikut:
- Menyatakan Kompetensi Inti (KI) yang sudah ditetapkan dalam silabus
- Memilih Kompetensi Dasar (KD) dan indicator dalam silabus mata pelajarn matematika
- Merumuskan tujuan pembelajaran
a. Kompetensi
Inti
Kompetensi umum
mata pelajaran yang memuat aspek sikap (perlaku dan karakter), pengetahuan, dan
psikomotor. Biasanya Kompetensi Inti selalu ada dalam buku guru ataupun buku
siswa.
Berikut contoh Kompetensi Inti mata
pelajaran matematika
b. Kompetensi
Dasar
Memuat kemampuan
penguasaan pengetahuan, sikap,
dan keterampilan, dengan lingkup yang lebih spesifik. Guru harus bisa memilih KD agar sesuai dengan
materi yang akan diajaran di dalam kelas. Dengan pemilihan KD yang sesuai, maka
tujuan pembelajaran dapat ditetapkan.
c.
Indikator
Penanda pencapaian kompetensi dasar. Berupa perubahan performance yang dapat diukur, mencakup perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pemilihan indikator yang salah tentu akan berpengaruh terhadap pembelajaran. Sebab indikator sebagai tolak ukur pencapaian kompetensi dasar. Jika alat ukurnya tidak tepat, maka bagaimana mungkin dapat terlihat apakah KD tercapai atau belum. Biasanya di dalam buku-buku teks indikator akan memiliki nomor yang sama dengan KD. Misalkan KD 4.1, maka indikatornya 4.1.1,4.1.2, …., dst.
Penanda pencapaian kompetensi dasar. Berupa perubahan performance yang dapat diukur, mencakup perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pemilihan indikator yang salah tentu akan berpengaruh terhadap pembelajaran. Sebab indikator sebagai tolak ukur pencapaian kompetensi dasar. Jika alat ukurnya tidak tepat, maka bagaimana mungkin dapat terlihat apakah KD tercapai atau belum. Biasanya di dalam buku-buku teks indikator akan memiliki nomor yang sama dengan KD. Misalkan KD 4.1, maka indikatornya 4.1.1,4.1.2, …., dst.
d.
Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan
jabaran dari Indikator. Berikut ini Teknik merumuskan tujuan pembelajaran:
Idealnya suatu rumusan tujuan
pembelajaran menggunakan pola ABCD (Audience, Behavior, Condition, Degree)
Audience =
peserta pembelajaran (siswa)
Behavior =
penguasaan yang dicapai (gunakan kata kerja operasional)
Condition =
stimulus pembelajaran yang diberikan (prasyarat atau kegiatan pembelajaran yang
sudah dilakukan
Degree = level
kemampuan yang harus dicapai.
Tujuan pembelajaran dapat ditulis dengan
rumusan lengkap seperti pola diatas ABCD atau dengan rumusan singkat.
Contoh perumusan Tujuan Pembelajaran
KD : 4.8 Menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan perbandingan senilai dan berbalik nilai
Indikator :
4.8.1 Membedakan masalah
perbandingan senilai dan berbalik nilai
4.8.2 Menggunakan persamaan untuk
menyelesaikan masalah perbandingan senilai dan berbalik nilai
Tujuan Pembelajaran
Rumusan Lengkap
- Siswa mampu menjelaskan perbedaan masalah perbandingan senilai dan berbalik nilai setelah mempelajari masalah perbandingan senilai dan berbalik nilai dengan baik
- Siswa dapat menyelesaikan masalah perbandingan senilai dengan persamaan setelah mempelajari penyelesaian masalah perbandingan senilai dengan persamaan dengan baik.
- Siswa dapat menyelesaikan masalah perbandingan berbalik nilai dengan persamaan setelah mempelajari penyelesaian masalah perbandingan berbalik nilai dengan persamaan dengan baik.
Rumusan Singkat
1. Menjelaskan perbedaan masalah
perbandingan senilai dan berbalik nilai
2. Menyelesaikan masalah
perbandingan senilai dengan persamaan
3. Menyelesaikan masalah perbandingan berbalik
nilai dengan persamaan
Selain itu, guru harus menganalisis dan
mempersiapkan metode dan penedekatan pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran,
bentuk penilaian dan istrumen, yang akan digunakan dalam pembelajaran dengan
rambu-rambu sebagai berikut:
Metode dan Pendekatan Pembelajaran
- Relevan
dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, dan karakteristik materi
- Mengacu
pada pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan
- Mampu
memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi
Bahan Ajar
- Dapat
berbentuk cetak, audio, audio visual, atau multimedia interaktif
- Komunikatif
bagi siswa dan membantu siswa mempelajari materi
- Sangat
dimungkinkan menggunakan bahan ajar berbasis berbagai sumber
Media Pembelajaran
- Cocok
dengan tujuan pembelajaran, karakteristik materi, dan tingkat kemampuan siswa
- Menarik
bagi siswa
- Mudah
didapat dan mudah digunakan oleh guru dan siswa
- Memiliki
prosedur penggunaan
- Tersedia
sarana dan prasarana pendukung
Penilaian
- Penilaian
proses
- Penilaian
hasil
- Menggunaakan
isntrumen yang dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran
- Untuk
menilai aspek sikap, pengetahuan dan psikomotor relevan tujuan pembelajaran
Form analisis tujuan dapat dinduh dalam link di
bawah ini :


Comments
Post a Comment