Penyusunan RPP Kurikulum 2013 Untuk Mencapai HOTS Lengkap Dengan Contoh
Pembelajaran kurikulum 2013 dirancang untuk
menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan, aktif dan membekali
siswa dengan kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis dan
kreatif. Kemampuan-kemampuan ini termasuk Higher Order Thingking Skills.
Di abad ke-21 ini, siswa tidak hanya dituntut untuk mengingat, memahami dan
mengaplikasikan, namun siswa harus mahir menganalisis, mengevaluasi dan
mencipta. Sebab siswa akan banyak menemui hal-hal baru serta problem-problem
yang musti dipecahkan ditengah perubahan cepat lingkungan sekitar dan masa
depan dunia kelak. Oleh sebab itu penting bagi siswa dibekali dengan Higher
Order Thinking Skills
Apa Itu Higher Order Thinking Skills?
Pada dasarnya keterampilan berpikir manusia dapat
diklasifikasikan menjadi dua yaitu Low Order Thinking Skills (LOTS) dan Higher
Order Thinking Skill (HOTS). LOTS mencakup 3 aspek pertama dalam Taxsonomy
Bloom, yaitu mengingat, memamhami dan mengaplikasikan. Sedangkan hots
mengacu pada 3 aspek terakhir dalam Taxsonomy Bloom yaitu menganalisis,
mengevaluasi dan mencipta.
Dalam HOTS, siswa dapat belajar untuk selalu
memperbarui performanya dan mengurangi kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. HOTS
adalah kemampuan siswa yang digunakan saat bertemu masalah yang belum familiar,
tidak pasti, atau dilemmas (suatu situasi yang dihadapi oleh siswa dimana ia harus membuat
keputusan tepat untuk dilakukannya).
Kebanyakan peneliti mengatakan bahwa HOTS sangat berarti karena mereka percaya
bahwa HOTS menyiapkan siswa lebih baik untuk men-challenges baik dalam kehidupan akademik yang maju dan
pekerjaan dewasa nanti atau tanggung jawab orang dewasa setiap harinya nanti.
Oleh karena itu, hots dapat digunakan untuk memprediksi kesuksesan sorang
siswa. Siswa yang mencapai tingkat HOTS yang
baik diharapkan berhasil dalam studi bahkan kehidupan mereka nantinya.
HOTS
mencakup keterampilan seperti berpikir kreatif dan kritis,
analisis, pemecahan masalah, dan visualisasi. Keterampilan ini melibatkan mengkategorikan item,
membandingkan dan membedakan ide dan teori, dan mampu menulis dan memecahkan masalah. Di dalam kelas,
kemampuan dan keterampilan yang mencakup penggunaan hots adalah pemikiran
kompleks yang berlaku di luar
mengingat kembali fakta, seperti evaluasi dan
penemuan, memungkinkan siswa untuk menyimpan informasi dan untuk menerapkan solusi pemecahan masalah untuk
masalah dunia nyata.
Lalu Bagaimana Menyusun RPP Untuk Mencapai HOTS?
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri dari
3 kelompok kegiatan yaitu pendahuluan, inti dan penutup. Berikut ini akan
dijelaskan per bagian.
1. Pendahuluan
Dalam pendahuluan terdapat 3 kegiatan utama.kegiatan pendahuluan
terkadang hanya dilakukan alakadarnya seperti mengabsen dan berdo’a. padahal
kegiatan pendahuluan menjadi titik kritis, apakah siswa menjadi tertarik dengan
pembelajaran yang akan berlangsung atau sudah merasa takut di awal
pembelajaran. Untuk itu sebaiknya guru tidak menyepelakan kegiatan pendahuluan
ini.
Pembuka
Dalam kegiatan ini, guru harus memiliki keterampilan membuka pelajaran.
Beberapa hal penting seperti tersenyum dengan ramah untuk menyapa siswa,
intonasi suara yang jelas, mengabsen siswa, dan berdo’a bersama.
Motivasi
Penting bagi guru untuk menstimulus minat siswa, guru harus mampu
memotivasi siswa dengan berbagai cara yang dapat guru kreasikan. Seperti
memberikan cerita motivasi, peristiwa-peristiwa di sekitar siswa yang
berhubungan dengan materi yang akan diajarkan, dan manfaat dari materi yang
akan diajarkan. Atau guru dapat memberikan masalah di awal yang berkaitan
dengan materi yang akan diajarkan. Guru harus mampu membangun ketertarikan
siswa untuk menyelesaikan masalah yang ada. Sehingga siswa dengan
sungguh-sungguh mempelajari materi selanjutnya. Tentu saja masalah yang
diajukan haruslah masalah yang menarik. Biasanya siswa tertarik akan sesuatu
jika hal itu berkaitan dengan dirinya. Jadi, buatlah masalah serealistis
mungkin.
Apersepsi
Guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait materi sebelumnya
atau pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan
dipelajari. Guru dapat memberikan siswa untuk menjadi sukarelawan menjawab.
Atau guru menunjuk beberapa siswa slow learner untuk menjawab
pertanyaan. Dengan penunjukan ini guru dapat menilai kesiapan siswa yaitu sudah
tuntas mengenai pengetahuan sebelumnya sebagai syarat materi yang akan
dipelajari, jika siswa slow learner mampu menjawab pertanyaan, maka
tentu saja siswa lainnya sudah siap belajar karena pengetahuan sebelumnya sudah
rampung dikuasai. Setelah itu guru bisa menyampaikan tujuan dan manfaat materi
yang akan dipelajari serta metode belajar yang akan ditempuh.
2. Kegiatan Inti
Jantungnya pelaksaan RPP adalah kegiatan inti, disini siswa mempelajari
materi yang menjadi tujuan pembelajaran. Untuk mencapai HOTS, siswa tidak hanya
dituntut untuk mengingat, memahami dan mengaplikasikan, namun siswa harus mampu
menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Oleh itu, guru harus memilih model
pembelajaran yang mampu menstimulus setiap level HOTS dengan melihat
indicator-indikator yang disampaikan di atas.
Disini, guru dapat menggunakan
LKS sebagai bahan ajar sekaligus media pembelajaran. Guru harus menyusun LKS,
sehingga siswa dapat memahami sendiri materi yang diajarkan dengan menemukan
rumus atau konsep dengan menganalisis LKS yang telah guru susun sebagai level
HOTS pertama yaitu C4. Setelah itu, siswa diberi kesempatan untuk mengevaluasi
dengan membandingkan jawabannya dengan siswa lain dan menyimpulkan jawaban yang
benar level HOTS kedua yaitu C5. Untuk level HOTS yang terakhir yaitu C6
mencipta, dimana indikatornya diantaranya yaitu menyusun jawaban secara
sistematis, dan menciptakan hasil karya dari hasil pengerjaannya. Dengan demikian siswa dapat terus melatih
keterampilan berpikir tingkat tingginya.
3. Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru membuat kesimpulan bersama-sama dengan
siswa. Guru dapat membiarkan siswa untuk terlebih dahulu menyimpulkan materi
yang telah dipelajari, dan tugas guru meluruskan kesalahpahaman atau
memperbaiki tata bahasa siswa. Setelah itu untuk mengkonfirmasi apakah tujuan
pembelajaran tercapai atau belum, guru dapat memberikan tes evaluasi sebagai
penilaian pengetahuan. Lembar evaluasi sebaiknya diberikan kepada siswa setelah
guru nilai, agar siswa juga tahu sejauh mana kemampuannya.
Untuk penilaian
sikap guru dapat menggunakan instrumen lembar ceklist penilaian dengan katagori
yang telah ditentukan. Untuk penilaian keterampilan guru dapat menggunakan
rubrik penilaian selama siswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan LKS.
Setelah kegiatan evaluasi selesai, guru menyampaikan materi yang akan
dipelajari minggu depan. Guru harus mempunyai keterampilan menutup pembelajaran,
sehingga siswa menantikan untuk pembelajaran berikutnya.
Berikut ini contoh RPP dan instrument penilaian
yang dapat diunduh pada link dibawah:


Comments
Post a Comment